Minggu, 07 April 2013

NEW FANFICTION~ "Mario's"


Ini sebenarnya inspirasi dari Kak Utami Irawati di Prolog 'I Love You, I Love You Not'. Sorry gaje banget guys. Wkwkwkwk


'Press Conference'
Perkenalan Tokoh
MARIO's




NARATOR: 
Ehm. Tes.. tes… Oke. Selamat pagi semua, kalau kalian baca ini pagi. Selamat siang kalau kalian baca siang, dan selamat malam kalau kalian baca malam. Hari ini kita akan membahas tentang cerbung baru dari Aleastri yang berjudul Mario's.
Oke mbak penulis, silahkan duluan.

PENULIS:
Ehem. Oke. Cek, cek. Satu, dua...

NARATOR:
Udah nyala mbak miknya. Cepetan ya durasi.

PENULIS:
Eh, iya maap. Oke, heiho semua readers! Kali ini aku bawa cerbung baru lagi pengganti Bintang Super Mario yang baru aja tamat.

NARATOR:
Belum tamat deh kayaknya mbak. Kan ada sekuelnya.

PENULIS:
Ya tapikan udah last part, mas. Sekuelnya judul baru.

NARATOR:
Tapi masih lanjut kan, mbak?

PENULIS:
Ergh. Bisa lanjut nggak, mas? Durasi woy!

NARATOR:
Oh, ya. Maap. Silahkan mbak.

PENULIS:
Hhhh. Oke, lanjut ya. Jadi di cerbung ini, selalu, pasti, dan mungkin sudah jadi kewajiban. Aku memakai Rio lagi sebagai peran utama pria.

RIO:
Tapi FF baru yang di fb nggak tuh.

PENULIS:
Bisa diam dulu? Saya lagi ngomong.

RIO:
Iya mbak. Jutek amat.

PENULIS:
Ergh. Oke, selanjutnya juga akan ada Gabriel.

NARATOR:
Katanya mau move on mbak.

PENULIS:
HHHHH. SEBENTAR YA MAS. SAYA JELASIN DULU OKE?! Ergh. Oke readers. Maaf ada ganguan. Selanjutnya akan ada Shilla, sebagai peran utama wanita, lalu juga ada Ify dan Keke. Selanjutnya sebagai peran pendamping adalah Alvin dan Sivia. Mereka semua adalah main cast di cerbung ini. Oke, siapa yang mau pertama kenalkan diri? Eh, kok pada diem? Durasi!

NARATOR:
Mbak penulis aja deh yang nunjuknya. Eh, tapi mbak pasti pilih Gabriel ya? Ya udah deh saya aja yang nunjuk. Eh, mbaknya jangan melotot gitu dong. Ya udah, peran utama dari yang paling utama, Mario.

RIO:
Gua? Oh oke. HAI SEMUAAAAAA!!! Eh, kenapa lo melotot Shil? Biasa aja kali! Siv, lo diem dulu deh. Orang ganteng mau ngomong. Hallo all, perkenalkan gue Mario. Gue cowok terganteng di SMA Pelita versi gue sendiri. Tahun ini gue jadi anak kelas 11 IPA 3, dan sialnya harus sekelas sama saingan gue yang paling sok kegantengan itu. Ify, Shilla, Sivia, jangan ngomel dulu gue mau ngomong!
Gue anaknya sih biasa aja. Walau gue punya hidup yang nggak biasa. Keluarga? Ah, gue malas bahas itu. Rumah gue aja udah kayak kastil hantu. Tapi beruntung gue punya sobat kayak Alvin yang selalu ada. Juga ada Keke dan keluarganya yang selalu nemenin gue. Terus juga Ify tersayang. Aduh Fy! Sakit tahu cubitan lo! Ya tapi sayangnya, Ify naksir sama cowok sok keren itu. Dan gue kesel. Tapi gue nggak mau diam aja. Gue selalu direndahin dan dibandingan sama dia. Gue selalu jadi zero. Karena itu gue mau berusaha. Gue harus bisa lebih dari dia.
Oke itu aja. Lanjut lo, can!

SHILLA:
Sialan lo! Nama gue Shilla!

RIO:
Nama lo macan. Udah cepet, durasi!

SHILLA:
Ehm. Oke, hai semua! Gue Shilla. Gue punya sahabat dekat namanya Sivia. Tapi saat kelas dua ini kita pisah kelas. Eh tapi beruntung deh. Gue sekelas sama cowok idola gue dari dulu. Awalnya gue nggak tahu harus gimana biar deket sama dia. Tapi akhirnya dia tahu nama gue dan itu membahagiakan banget.
Gue ketua karate sekolah. Orang bilang sih gue cukup galak, walau sebenarnya masih galakan penulis. Eh, iya mbak penulis ampun. Jangan mendelik gitu ah. Becanda kok. Hehehe. Oh ya, walau cukup tomboy dan cuek, tapi gue rada takut sama hantu-hantuan gitu.
Ha? Hubungan gue sama Rio? Aduh please deh. Siapa yang mau sama cowok tengil gitu? Tapi ya anehnya, walau sering berantem gue justru ujung-ujungnya sahabatan sama dia. Dia musuhnya pujaan hati gue. Tapi gue tahu sebenarnya Rio itu baik. Lo nggak usah senyam-senyum gitu deh, Yo. Enek tahu. Ya udah deh lanjut. Eung... em... Gabriel, ehm. Kamu aja deh.

GABRIEL:
Hm? Gue? Gue biasa aja sih. Nggak ada yang harus diceritakan panjang lebar. Gue kapten basket sekolah, dan ada di kelas 11 IPA 3. Gue juga kaget sekelas sama si tengil itu. Gue berusaha nggak cari masalah, walau dia selalu aja ungkit masalah dulu itu. Gue nggak peduli, asal dia nggak bawa nama keluarga gue aja.
Gue lagi nggak naksir siapapun. Walau ada beberapa cewek yang ngaku punya perasaan sama gue. Ya... sampai saat kelas dua ini, gue ketemu cewek yang menarik perhatian gue. Tapi ternyata dia malah deketnya sama si tengil. Ya udahlah. Gitu aja perkenalannya. Lanjut, Fy.

IFY:
Oh, giliran gue? Okay. Ehm. Hello, gue Ify. Menurut gue Gabriel salah banget bilang dia biasa aja. Karena pada kenyataannya, gue dan Gabriel adalah murid yang nggak biasa. Kita idola sekolah dan merupakan murid eksis. Gue nggak geer, tapi itu kenyataannya. Eh, kenapa lo Shil nyibir gitu? Sirik lo?
Gue selama ini naksir sama seorang cowok yang juga pujaan semua cewek di sekolah. Tapi sayangnya tu cowok cool dan nggak banyak omong. Buat gue makin penasaran dan bingung apa perasaannya ke gue. Karena bagi SMA Pelita, gue dan dia adalah perfect couple. Dan juga, ada seorang cowok tengil yang sering ngejar dan ganggu gue. Yap, itu elo Yo. Udah nggak usah nyengir, males gue liatnya. Ehm. Ya... walau harus diakui ketengilannya Rio itu kadang suka bikin kangen. Yo, please. Ini tuntutan mbak penulis harus jujur. Jadi lo jangan gede kepala deh. Hhhh... udah deh. Lanjut yang lain. Elo aja deh Ke. Kan peran utama juga.

KEKE:
Aku? Em... hai semua. Namaku Keke Angeline. Em... aku... em...

NARATOR:
Masih lama Ke ngomongnya?

KEKE:
Eh, maaf mas. Maaf, saya nggak biasa ngomong di depan umum.

RIO:
Rileks Ke. Stay cool. Kayak gue.

KEKE:
Ehm. Iya. Em, aku murid kelas 11 IPA 3 juga. Sebangku sama Ify. Yang memang beda banget sama aku. Aku tetangga dan sahabat kecil Rio dari dulu. Sahabat dekatku sendiri, Acha, harus pisah kelas sama aku.
Aku... em... dari dulu naksir sama seorang cowok. Tapi dia nggak pernah tahu ataupun peduli. Dia suka sama orang lain. Aku ya dukung aja kok. Karena bahagianya, bahagiaku.
Udah itu aja. Lanjut deh.

NARATOR:
Ha? Segitu doang? Nah, harusnya yang lain nyontoh gini nih. Durasinya singkat! Jadikan...

PENULIS:
Durasi, mas! Durasi.

NARATOR:
Eh, iya ding. Lanjut Alvin.

ALVIN:
Hhhh akhirnya. Gue sampe' lumutan gini. Apalagi sebelah sama si pibo ini nih. Males banget. Eh, apa lo Siv melotot? Emang kenyataan yee. Hm. Oke, gue Alvin. Gue partner in crime-nya Rio. Walau gitu, gue masih nggak tahu apa masalah tu anak. Rumahnya aja gue nggak tahu dimana. Selain itu, gue juga nggak ngerti apa sebenarnya akar permusuhan Rio sama Gabriel. Oke, mungkin itu Ify. Tapi gue yakin banget ada hal lain.
Gue lagi naksir cewek. Namanya.... ah nggak usah sebut deh. Karena masuk IPA 3 sama kayak Rio, gue kalah taruhan dan harus nembak cewek itu. Tapi... ternyata gue ditolak. He, apa lo Siv ketawa? Diem deh. Oh ya. Cewek ini nih, si pipi bolong Sivia, musuh gue dari dulu. Matanya sipit ngikutin gue! Gue suka jailin dia. Walau kadang agak ciut kalau Shilla udah belain dia.
Gue mau protes sama Mbak penulis. Di PMB guekan jadi cool, ganteng, keren gitu. Lah ini? Gue kok jadi ikutan tengil kayak Rio, sih? Apalagi juga di sini gue jadi bego-bego gitu. Ah. Image kegantengan gue langsung meluntur. Hhhh. Next deh next. Yang paling akhir.

SIVIA:
Hu, sekian lama nunggu akhirnya gue. Hai semua, gue Sivia! Gue sahabat dekatnya Shilla. Kita sama-sama ngidolain satu cowok yang sama. Tapi sialnya, Shilla yang dapet kelas bareng sama dia. Huh.
Dari kelas satu, gue emang udah nggak akur sama si cipeng rese ini. Apalagi sejak kelas dua, partner in crimenya yang tengil itu, Rio, ikut-ikutan jailin gue. Ya tentu aja gue andalin Shilla sebagai perlindungan.
Tapi... walau gue sama Shilla sahabatan baik. Kita juga rival. Karena kita suka cowok yang sama. Apalagi gue sering jealous liat Shilla yang mulai dekat sama cowok itu. Terus juga, gue kasihan deh sama Alvin. Dia nembak cewek di depan gue, tapi ternyata ditolak. Eh, apaan sih Vin mata lo melotot gitu? Kan gue boleh ngeluarin unek-unek apa aja. Bwee.
Ya udahlah mas narator. Gue nggak tahu mau cerita apalagi. Lanjut deh lanjut.

NARATOR:
Udahan nih? Oke. Eh, tapi saya punya pertanyaan buat mbak penulis. Di posternya ada poto Deva, tapi kok hari ini nggak ada dia mbak?

PENULIS:
Itu sebenarnya buat ngelengkapin aja. Deva cuma muncul di part-part akhir mas. Tapi juga termasuk peran penting kok. Nanti dia mau saya jodohin sama Keke.

KEKE:
Ha? Aku?

RIO:
Mbak penulis jangan ngaco ya! Deva tuh bawel, songong, nggak cocok sama Keke.

NARATOR:
Rio cemburu? Eh, kok pipinya Keke merah? Jangan-jangan nanti ceritanya...

RIO:
Mas bisa lanjut nggak? Udah nggak usah gosip. Ify nanti salah paham, mas. Eh, Fy jangan cubit ah. Lo demen amat nyubit gue. Nanti kita di akhir cerita berdua loh Fy!

NARATOR:
Eh, Rio jangan bocorin ceritanya dong. Mbak penulis, emang bener nanti jadinya RiFy?

PENULIS:
ERGH. BISA NGGAK LANJUTIN PRESS CONFERENCENYA? PEMBACA SAYA BINGUNG NIH!

NARATOR:
Oh ya maaf. Untuk semua pembaca, itulah perkenalan tokohnya ya. Saya juga mau umumkan kalau cerbung ini mungkin akan sering ngaret karena penulisnya lagi sibuk ngadain kegiatan yang belum dapat respon dari manapun itu.

PENULIS:
Saya lagi berusaha mas. Lagi berjuang.

NARATOR:
Iya mbak. Iya. Jangan sambil melotot gitu dong. Dari mbak penulis sendiri, ada yang mau disampaikan lagi?

PENULIS:
EHEM. Untuk semua readers, terima kasih atas dukungan dan semangatnya selama ini. Sejak BSM ku umumkan tamat, protes kalian sungguh LUAR BIASA. Apalagi juga saat aku bilang mau buat new FF, kalian semangat ngusulin banyak couple. Dan semua couple itu aku terima, ku kumpulkan di sini. Walau ada yang nggak masuk. Usulan dari Elma dan Arief, yang maunya Caik sama Badai. Hehe, maaf ya. Banyak yang minta Alvin sama Shilla sih.

ALVIN:
Terus kenapa gue nggak jadi peran utama lagi mbak?

PENULIS:
Gantian dong. Masa AlShil terus. Kan bosen.

ALVIN:
Berarti Shilla juga jangan jadi peran utama dong mbak. Argh aduh. Shil, jangan tonjok gue. He, apa sih lo Siv ketawa. Sialan lo. Elo juga Yo, bisa nggak usah ngakak gitu? Rese' lo temen sendiri diketawain.

PENULIS:
Sudah dong ya koko. Bisa diam? Ergh.

NARATOR:
Mbak, kok suka ngomong ergh sih? Kan mbaknya cadel.

PENULIS:
KENAPA SIH EMANGNYA MAS?! Ah sudahlah. Begitu aja ya readers. InsyaAllah prolog akan dipost besok. Padahal sudah saya setel di draf blog, tapi sering nggak kepost nggak tahu kenapa. Kalau respon prolog bagus, insyaAllah saya akan ngpost tiga part sekaligus selanjutnya. Karena sebentar lagikan liburan anak SMA datang ya. Sayanya mau liburan juga pasti. Hehehe.

NARATOR:
Loh, bukannya mbak ngurus kegiatan itu ya?

PENULIS:
Iya mas, disambi.

NARATOR:
Kalau gitu, boleh satu pertanyaan lagi mbak? Nanti di MARIO's ini, atau kita singkat Ms, apa bakal muncul saya lagi, mbak? Kan kita jadi couple juga mbak di Bintang Super Mario kemarin.

PENULIS:
Ah? Mas mau lagi ya pasangan sama saya? Eung... nanti deh mas dipikir-pikir. Karena Bagas udah casting nih mau jadi pasangan saya juga di Kisah Langit nanti.

NARATOR:
Masih brondong, nggak baik mbak. Ah sudahlah ya readers. Semoga nanti kalian menikmati karya baru dari penulis yang suka ngaret dan PHP ini. Dibilangnya besok, tapi kita nggak tahu kalau ternyata minggu depan. Jadi jangan terlalu ngarepin ya. Oke, saya Aditya Suryo dari Junas Monkey sebagai narator, undur diri dulu. Silahkan komennya di twitter atau lainnya ditunggu selalu oleh kami! See you di prolog nanti ya!!!


1 komentar:

  1. cerbung kakak yang mario's kok cuma part 5 aja yang di pos di blog ini, kak? Yang lainnya mana? Kutunggu ya kak.

    BalasHapus